Kamis, 08 Maret 2012

"Sifat Pemaaf, Keutamaan yang Terlalaikan" (Oleh : Ayatullah Husein Mazahiri)


"  Memaafkan orang lain adalah salah satu keutamaan akhlak yang sangat ditekankan oleh Al-Quran dan ajaran Ahlul Bait as. Al-Quran sangat menekankan supaya mukminin mendominasikan sikap memaafkan dan semangat berkorban untuk orang lain dalam kehidupan dan hubungan sosial mereka supaya kelak pada hari kiamat bisa memperoleh ampunan Allah Yang Maha Tinggi," ungkapnya.

"  Barang siapa menginginkan supaya Allah mengampuni dosa-dosanya pada hari kiamat kelak, maka hendaknya ia memaafkan dosa dan kesalahan orang lain di dunia dan jangan memendam kedengkian," tegasnya melanjutkan.

  Di bagian lain uraiannya, Ayatullah Mazhahiri mengupas masalah syafaat dan syarat-syaratnya. Menurutnya, syafaat Ahlul Bait as pada hari kiamat memerlukan persiapan-persiapan. Yang berhak menerima syafaat adalah mereka yang telah mampu menghiasi diri mereka dengan karakteristik Ahlul Bait as di dunia ini dan semampu mungkin telah menyerupakan diri dengan mereka.

  Salah satu kriteria dan keutamaan akhlak yang terjelma secara khusus dalam diri Ahlul Bait as adalah sifat memaafkan orang lain. Metode yang selalu digunakan oleh Rasulullah saw dan para maksumin as dalam menghadapi kesalahan dan bahkan hinaan orang lain adalah perlakuan yang sangat mulia. Mereka memaafkannya dan malah berbuat kebajikan kepadanya. Hal ini menyebabkannya merasa malu atas perbuatan yang telah ia lakukan.

  Dalam ayat Al-Quran dijelaskan bahwa balasan bagi sebuah perbuatan buruk adalah perbuatan buruk yang serupa dengannya. Lahiriah ayat ini memperbolehkan kita untuk membalas sebuah perbuatan buruk dengan perbuatan buruk yang serupa. Tapi, makna akhlaki ayat ini menegaskan, jika seseorang membalas kesalahan orang lain dengan kesalahan yang serupa, maka ia telah berbuat sebuah kesalahan juga.

  Pada kelanjutan uraiannya, Ayatullah Mazahiri menguraikan tiga tingkatan yang dimiliki oleh rasa memaafkan dalam pandangan Al-Quran.

  Pada tingkat pertama, seseorang memperhitungkan keburukan dan kesalahan yang telah dilakukan oleh orang lain. Tapi, ia rela memaafkannya demi keridaan Allah.
Pada tingkat kedua, seseorang tidak pernah memperhitungkan keburukan dan kesalahan yang telah dilakukan oleh orang lain. Dalam terminologi Qurani, sifat memaafkan seperti ini disebut "shafh".

  Tapi, pada tingkatan ketiga, bukannya seseorang tidak memperhitungkan kesalahan orang lain, tapi malah ia berbuat kebajikan kepadanya. Dalam terminologi Qurani, sifat memaafkan ini disebut "ghufran".

  Sikap "ghufran" dalam menghadapi kesalahan orang lain adalah sebuah tindakan yang sangat sulit. Akan tetapi, Al-Quran senantiasa mengajak seluruh mukminin dan para pengikut Syiah sejati, di samping memaafkan dan "shafh", juga harus berbuat kebajikan kepada mereka yang telah berbuat kesalahan.

  Dalam pandangan Ayatullah Mazhahiri, seluruh problematika rumah tangga yang kadang-kadang berkecamuk di tengah masyarakat muncul lantaran kriteria memaafkan yang sudah semakin melemah. "Jika semangat memaafkan ini dominan di tengah masyarakat, niscaya seluruh problematika rumah tangga dan sosial dapat terselesaikan dengan sangat mudah," ujarnya.

"  Sekarang ini, banyak para tawanan yang sedang mendekam di dalam rumah tahanan hanya lantaran tidak mampu membayar mahar, tidak mampu membayar diyat lantaran kriminal tak sengaja, atau karena utang melilit yang tak sanggup dibayar. Jika angka para tawanan membludak, maka kondisi masyarakat kita sangat mengkhawatirkan," ungkapnya mengkhawatirkan.

  Ayatullah Mazhahiri menegaskan, jika semangat memaafkan mendominasi masyarakat, alangkah banyaknya para tawanan ini yang terbebaskan. Seandainya rasa saling toleransi mendominasi masyarakat kita dan seluruh anggota masyarakat kita rela membantu fakir miskin dengan semangat kedermawanan, niscaya tak seorang pun akan jatuh ke dalam penjara hanya lantaran utang. "Dengan demikian, penjara hanya akan dihuni oleh kuman-kuman masyarakat yang memang harus menerima balasan mereka di dalam penjara," tandasnya.

  Ayatullah Uzhman Husain Mazhahiri juga sangat mengkhawatirkan peningkatan jumlah perceraian yang hari demi hari semakin menghantui masyarakat kita. "Perceraian yang sekarang ini sedang marak di tengah masyarakat muncul dari kenihilan semangat memaafkan di dalam rumah tangga. Jika suami dan istri saling memaafkan kesalahan masing-masing, atau tidak memperhitungkan kesalahan yang pernah dilakukan oleh masing-masing, dan lebih dari itu malah berbuat kebajikan terhadap sesama, niscaya mereka akan memiliki kehidupan yang tenteram dan tenang. Dalam kondisi seperti ini, permasalahan mereka tidak akan pernah sampai pada jenjang perceraian," ungkapnya menyesalkan.

  Di akhir uraiannya, Ayatullah Mazhahiri berpesan supaya kita memanfaatkan keutamaan malam-malam Lailatul Qadr ini dengan sebaik mungkin. "Pada bulan Ramadhan dan khususnya malam-malam Lailatul Qadr ini, Allah akan mengampuni hamba-hamba-Nya dalam jumlah yang sangat banyak. Tapi perlu kita ingat bersama, ampunan Allah tidak akan sampai kepada para pendengki yang enggan memaafkan orang lain," pesannya.

sumber : http://www.shabestan.net/id/pages/?cid=5788

Senin, 19 Desember 2011

google secret





berikut caranya, cekidot!!!

2. lalu ketik ini-> Let It Snow
3. tekan ENTER
4. tunggu bentar ntar keluar sesuatu

1. buka http://www.google.co.id/
2. lalu ketik ini-> askew
3. tekan ENTER


entar google nya miring

Ketik "Do a barrel roll" di search bar truz tkan enter...


Ketik "Google gravity" di search bar truz tken I'm feeling Lucky...


Ketik "Epic google" di search bar truz tken I'm feeling Lucky...


Ketik "Weenie google" di search bar truz tken I'm feeling Lucky...


Ketik "Google hacker" di search bar truz tken I'm feeling Lucky...


Buka spreadsheet di google docs truz tkan "Shift+F12"....


sumber : http://www.black-c0de.org/t3611-google-secret

Selasa, 06 Desember 2011

Beberapa Nama2 para Ksatria Karbala






Perjalanan sejarah telah dipenuhi oleh figur-figur teladan dan tokoh-tokoh besar yang namanya abadi dan tindak-tanduknya layak diteladani. Lembaran hidup mereka mementaskan kepahlawanan, kedermawanan, keramahan, dan kebesaran. Di saat-saat genting sekalipun, kebesaran jiwa mereka tetap menjadi panutan. Kisah tragedi pembantaian keluarga Nabi di Karbala meski menjadi luka yang dalam bagi umat Islam sepanjang sejarah, namun penuh dengan hikmah. Tragedi Karbala adalah pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, antara kemanusiaan dan kebinatangan, antara kemuliaan dan kehinaan, antara kebebasan dan keterbelengguan.
Di padang tandus Nainawa, figur-figur besar semisal Hurr bin Yazid Al-Riyahi, Habib bin Madhahir, Ali bin Al-Husein, Wahb bin Abdullah dan lainnya mengajarkan kepada umat manusia di sepanjang zaman tentang makna sejati dari kebesaran, keberanian, kepahlawanan, kehormatan, dan kesetiaan. Pada kesempatan kali ini, kami akan membawa Anda ke masa itu, saat lakon-lakon Karbala mementaskan drama kesucian. Kami akan mengajak Anda untuk mencermati fragmen-fragmen yang mereka mainkan.

Hurr bin Yazid Al-Riyahi
adalah komandan pasukan Ubaidillah bin Ziyad. Dengan sekitar seribu orang yang dipimpinnya, Hurr mendapat perintah untuk menghadang gerak Imam Husein dan rombongannya yang sedang menuju Kufah dan menggiring mereka menghadap Ibnu Ziyad. Untuk beberapa hari pertama setelah pasukannya berhadapan dengan rombongan Imam Husein a.s, mungkin Hurr dipandang sebagai orang yang paling berdosa terhadap keluarga Nabi itu. Sebab dengan menjalankan perintah demi perintah yang diterimanya dari Ibnu Ziyah, Hurr telah membuat posisi Imam Husein dan keluarganya terjepit sampai mereka kehabisan air minum.
Namun sikap hormatnya kepada keluarga Rasul dan kebesaran jiwanya telah membuat dia terbangun dari tidur yang hampir membuatnya celaka. Hurr sadar bahwa dia berada di tengah pasukan yang berniat membantai Al-Husein dan keluarganya. Jika tetap bersama pasukan ini berarti dia akan mencatatkan namanya dalam daftar orang-orang terlaknat sepanjang masa. Hurr melihat dirinya berada di persimpangan jalan. Dia harus memilih, mati tercincang-cincang dengan imbalan surga atau selamat dan kembali ke keluarga dengan membawa cela dan janji akan siksa neraka. Hurr memilih surga meski harus melewati pembantaian sadis pasukan Ibnu Ziyad.
Dengan langkah mantap Hurr memacu kudanya ke arah perkemahan Imam Husein a.s. Semua mata memandang mungkinkah Hurr komandan yang pemberani itu akan menjadi orang pertama yang menyerang Imam Husein? Namun semua tercengang kala menyaksikan Hurr bersimbuh di hadapan putra Fatimah dan meminta maaf atas kesalahannya. Sebagai penebus kesalahannya, Hurr bangkit dan dengan gagah berani mencabik-cabik barisan musuh. Hurr gugur sebagai syahid dengan menghadiahkan darahnya untuk Islam. Imam Husein memuji kepahlawanan Hurr dan mengatakan, “Engkau benar-benar orang yang bebas, seperti nama yang diberikan ibumu kepadamu. Engkau bebas di dunia dan akhirat.â€‌

Muslim bin Ausajah
Muslim bin Ausajah termasuk kelompok orang-orang tua yang berada di dalam rombongan Imam Husein. Muslim adalah sahabat Nabi yang keberanian dan kepahlawanannya di berbagai medan perang dipuji banyak orang. Ketika Imam Husein mengumumkan rencananya untuk bangkit melawan pemerintahan Yazid, Muslim bin Ausajah mendapat tugas mengumpulkan dana, membeli senjata, dan mengambil baiat warga Kufah. Di padang Karbala, ketuaan Muslim sama sekali tidak menghalangi kelincahan geraknya. Satu-persatu orang-orang yang berada di hadapannya terjungkal. Akhirnya pasukan Ibnu Ziyad mengambil insiatif untuk menghujaninya dengan batu. Muslim tersungkur bersimbah darah. Sebelum melepas nyawa, dia memandang sahabatnya, Habib bin Madhahir dan berpesan untuk tidak meninggalkan Imam Husein.

Habib bin Madhahir
Di Karbala, Habib bin Madhahir mungkin yang paling tua diantara para sahabat Imam Husein. Meski tua, Habib adalah pecinta sejati Ahlul Bait. Kehadirannya di tengah rombongan keluarga Nabi memberikan semangat tersendiri. Di malam tanggal sepuluh Muharram, atau malam pembantaian, wajah Habib terlihat berseri-seri. Tak jarang dia melempar senyum kepada anggota rombongan yang lain. Ada yang mempertanyakan mengapa dia tersenyum di malam yang mencekam ini? Habib menjawab, “Ini adalah saat yang paling indah dan menyenangkan. Sebab tak lama lagi, kita akan berjumpa yang Tuhan.â€‌
Di bawah terik mentari Karbala, Habib berlaga di tengah medan. Usia lanjut tidak menghalangi kelincahannya memainkan pedang. Habib sempat melantunkan bait-bait syair yang menunjukkan keberanian dan kesetiannya kepada Nabi dan kebenaran risalah Nabi. Jumlah pasukan dan kelengkapan militer yang ada di pihak musuh tidak membuatnya gentar. Sebab baginya, kemenangan bukan hanya kemenangan lahiriyah. Kematian di jalan Allah adalah kemenangan besar yang didambakan para pecinta seperti Habib. Ayunan pedang tepat mengenai kepala putra Madhahir dan membuatnya terjungkal. Darah segar membahasi janggutnya yang putih. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Habib sempat melempar senyum ke arah Al-Husein yang memberinya kata selamat menjumpai surga. Habib gugur setelah melagakan kepahlawanan dan kesetiaan.

Nafi’ bin Hilal
Nafi’ bin Hilal, adalah pahlawan Karbala yang dikenal sebagai perawi hadis, qari, dan sahabat dekat Imam Ali a.s. Kesetiaannya kepada Ahlul Bait telah ia tunjukkan dalam perang Jamal, Siffin, dan Nahrawan dalam membela Imam Ali a.s., ayah Imam Husain. Di Karbala, bersama Abul Fadhl Abbas dan lima puluh orang sahabat Imam Husein, Nafi’ memporak-porandakan barisan musuh untuk sampai ke sungai Furat. Setelah melalui pertempuran sengit, pasukan Imam Husein berhasil mengambil air dan mengirimnya ke perkemahan. Sahabat setia Al-Husien ini dikenal sebagai pemanah mahir. Setelah berhasil membunuh 12 orang dan melukai beberapa orang lainnya, Nafi’ bin Hilal gugur sebagai syahid.

Burair bin Khudhair
Di tengah pasukan Imam Husein yang hanya berjumlah beberapa puluh orang, terdapat beberapa orang yang dikenal sebagai orang ahli ibadah dan zuhud, diantaranya adalah Burair bin Khudhair. Warga Kufah amat menghormati Burair dan menyebutnya sebagai guru besar Al-Qur’an. Ketinggian iman Burair tampak di malam Asyura. Burair yang biasanya jarang bergurau, malam itu menggoda Abdurrahman Al-Anshari, salah seorang sahabat Imam Husein. Kepadanya Abdurrahman berkata, “Wahai Burair, malam ini tidak sewajarnya engkau bergurau.â€‌ Burair menjawab, “Sahabatku, tahukah engkau bahwa sejak muda aku tidak gemar bercanda. Tapi malam ini aku sangat bahagia. Sebab jarak antara kita dan surga hanya beberapa saat. Kita hanya perlu sejenak menari-narikan pedang untuk menyambut pedang-pedang musuh mencabik-cabik tubuh kita, lalu terbang ke surga.â€‌ Burair gugur syahid dan namanya abadi. Dia telah mengajarkan kesetiaan kepada agama dan kecintaan kepada Allah, Rasul dan Ahlul Bait.
Kemenangan dalam berjuang tidak selalu berbentuk kemenangan lahiriyah. Adakalanya gugur dalam perjuangan juga merupakan sebuah kemenangan besar. Tak salah bila ada pepatah yang mengatakan: darah mengalahkan pedang. Kisah Karbala adalah salah satu contohnya. Meski sejak awal, seluruh anggota rombongan Imam Husein telah mengetahui bahwa mereka adalah kafilah yang bergerak menuju kematian, tetapi cita-cita luhur dan keyakinan akan kemenangan dengan syahadah membuat mereka mantap melangkah. Kami masih bersama Anda dengan pembicaraan seputar tokoh-tokoh kebangkitan Asyura dan drama yang mereka pentaskan di Karbala.

Ali Akbar bin Husain as
Ketika rombongan Imam Husein memasuki padang Karbala, terlihat barisan pasukan Ibnu Ziyad yang berbaris bagai batang-batang korma di tengah sahara. Menyadari bahwa ribuan orang bersenjata lengkap yang berada di sana berniat membantai Al-Husein dan keluarganya, Ali Akbar putra Imam Husein bertanya kepada ayahnya, “Ayah, bukankah kita berada di pihak yang benar?â€‌ Imam menjawab, “Iya.â€‌ Mendengar jawaban itu Ali Akbar berseru, “Kalau begitu tidak alasan bagi kita untuk merasa ragu dan gentar.â€‌
Saat Ali Akbar maju ke medan tempur untuk menunjukkan kesetiaannya kepada sang ayah dan imam yang ia ikuti, Al-Husein dengan berlinang air mata memandang nanar ke arah putranya dan berkata, “Ya Allah, saksikankah pemuda yang paling mirip wajah, tutur kata dan perangainya dengan Rasul-Mu, kini maju ke medan tempur. Selama ini, kami mengobati kerinduan kepada Nabi dengan memandangnya. Ya Allah, jauhkan mereka dari barakah bumi ini dan cabik-cabiklah barisan mereka.â€‌
Ali Akbar maju dan dengan gesit dia menari-narikan pedangnya. Beberapa orang yang menghadangnya terjerembab ke tanah terkena sabetan pedang putra Al-Husein. Tak lama kemudian, kisah kepahlawanan dan kesetiaan Ali Akbar menjadi lengkap setelah sebilah pedang mendarat di tubuhnya. Ali Akbar jatuh tersungkur dan musuh-musuh berhamburan menyambutnya dengan mendaratkan pukulan pedang bertubi-tubi ke tubuh pemuda tampan itu. Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, Ali Akbar berseru kepada ayahnya dengan mengatakan, “Ayah, Rasulullah telah memberiku air. Beliau menunggu kedatanganmu.â€‌ Cucu Rasul itu gugur syahid dengan meninggalkan pelajaran berharga tentang kesetiaan dan pengorbanan dalam membela kebenaran.

Qasim bin Hasan as
Mungkin kisah Qasim putra Imam Hasan as di Karbala adalah kisah yang paling menarik tentang kesetiaan dan pengorbanan. Kemenakan Imam Husein yang saat itu masih sangat belia, yaitu berusia kurang dari lima belas tahun, telah menyuguhkan pelajaran yang amat berharga. Di hari Asyura, saat pembantaian di Padang Karbala berlangsung, Qasim menatap pilu medan laga. Imam Husein mendatanginya dan bertanya, “Qasim, bagaimana engkau memandang kematian?â€‌ Qasim menjawab, “Kematian bagiku lebih manis dari madu.â€‌ Ya, remaja belia yang terdidik di rumah kenabian dan wilayah itu telah hanyut dalam cinta rabbani dan tak sabar menunggu saat-saat yang paling indah bertemu dengan sang Pencipta. Qasim maju ke medan laga dan gugur sebagai syahid.

Jaun bin Abi Malik
Jaun bin Abi Malik, adalah bekas budak Abu Dzar Al-Ghifari yang kemudian mengabdi di rumah Imam Ali, Imam Hasan, dan terakhir di rumah Imam Husein as. Di siang hari Asyura, Jaun dari dekat menyaksikan dan merasakan penderitaan yang dialami oleh keluarga Nabi dan para pengikut setia mereka di Padang Karbala. Meski tidak terlibat dalam konflik, Jaun tidak mau tinggal diam. Dia bangkit dan meminta ijin kepada Imam Husein untuk mempersembahkan darahnya dalam membela keluarga Nabi. Imam Husein yang terkenal bijak mengatakan, “Wahai Jaun, jangan celakakan dirimu. Engkau telah kumerdekakan.â€‌
Jaun menangis, dan sambil mencium kaki tuannya, dia berkata, “Tuanku, selama ini aku hidup sejahtera di rumahmu. Aku tidak bisa tinggal diam menyaksikan engkau dan keluargamu menghadapi kesulitan ini. Demi Allah aku tidak akan meninggalkanmu sampai darahku bercampur dengan darahmu yang suci.â€‌ Budak berkulit hitam itu menunjukkan kesetiaan seorang hamba kepada tuannya. Jaun mengajarkan makna sejati dari balas budi. Setelah mendapat ijin, bekas budak Abu Dzar itu maju ke medan laga dan mempertontonkan semangat pengorbanan untuk keluarga Rasul. Untuknya Imam Husein berdoa, “Ya Allah putihkan wajahnya, masukkanlah ia ke dalam golongan orang-orang yang baik dan jangan pisahkan dia dari keluarga Muhammad.â€‌

Wahb bin Abdullah
Wahb bin Abdullah adalah salah seorang pengikut setia Imam Husein. Sebelum bertemu Imam Husein, Wahb adalah pengikut agama Nasrani. Di tangan Imam Husein, dia dan ibunya masuk Islam. Saat berada di padang Karbala bersama Imam Husein, Wahb baru 17 hari menikah. Sebagai bukti kesetiaan kepada penghulu pemuda surga dan pemimpin umat itu, Wahb maju ke medan tempur. 24 penunggang kuda dan 24 prajurit pejalan kaki berhasil ditumbangkannya. Namun Wahb berhasil ditangkap dan dibawa menghadap Umar bin Saad komandan pasukan Ibnu Ziyad.
Wahb gugur syahid setelah Ibnu Saad mengeluarkan perintah pemenggalan kepalanya. Kepala tanpa badan itu dikirim ke perkemahan Imam Husein. Ibu Wahb dengan bangga mencium kepala anaknya yang gugur dalam membela kebenaran. Kepala itu dilemparkannya ke arah musuh sambil berkata, “Aku tidak akan mengambil kembali apa yang telah kupersembahkan untuk Islam.â€‌ Tak cukup dengan persembahan itu, wanita tua itu mengambil sebatang kayu dan berlari ke arah musuh. Ibu Wahb ingin menyusul anaknya yang telah mendahuluinya terbang ke surga. Namun Imam Husein mencegahnya dan mendoakan kebaikan untuknya.
Kisah pengorbanan sahabat Nabi dalam perang Uhud yang menjadikan tubuhnya sebagai perisai hidup untuk melindungi Rasulullah, terulang kembali di padang Karbala. Di hari Asyura, pasukan Ibnu Ziyad tidak memberikan kesempatan kepada Imam Husein dan para sahabatnya untuk melaksanakan kewajiban shalat. Saat Imam Husein berdiri untuk mengerjakan shalat berjemaah dengan para sahabatnya, Said bin Abdillah Al-Hanafi berdiri melindungi putra Fatimah itu dari terjangan tombak dan anak panah yang meluncur ke arah Imam Husein. Tubuh Said dipenuhi oleh tombak dan anak panah.
Said roboh. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya ia berkata, “Ya Allah, sampaikan salamku kepada Nabi-Mu Muhammad. Katakan kepada beliau bahwa luka-luka di sekujur tubuhku ini kudapatkan ketika melindungi dan membela cucu kesayangannya yang tengah memperjuangkan agama dan kebebasan.â€‌ Mata sayu Said untuk beberapa saat memandang wajah pemimpinnya. Dia berkata, “Wahai putra Rasulullah, apakah aku sudah melaksanakan janji setiaku?â€‌ Imam Husein menjawab, “Ya, engkau telah mendahuluiku masuk ke surga.â€‌

Abis bin Abu Syubaib Al-Syakiri
Kisah Abis bin Abu Syubaib Al-Syakiri di Karbala adalah kisah cinta yang luhur. Selain dikenal pemberani dan piawai dalam bertarung di medan tempur, Abis juga terkenal sebagai ahli ibadah dan rajin melaksanakan shalat tahajjud. Di malam Asyura, Abis mendatangi kemah Imam Husein. Kepada beliau, Abis mengatakan, “Demi Allah, tidak ada seorangpun di dunia ini yang kucintai dan aku hormati lebih dari dirimu, wahai putra Rasulullah. Jika ketulusan cinta ini dapat aku tunjukkan dengan mengorbankan sesuatu yang lebih berharga dari jiwa dan ragaku, pasti akan kulakukan.â€‌ Abis gugur syahid setelah pasukan musuh yang kewalahan dalam menghadapinya, menghujaninya dengan batu-batuan.

Senin, 05 Desember 2011

Cara membagi bandwidth client Komputer tanpa software






daya signal frekwensi internet, dimana Setiap Komputer dalam menggunakan atau terhubung dengan internet oleh provider akan diberikan kapasitas Bandwith contohnya : 64 kb/s atau 512 Kb/s dst.






Ada dua Cara untuk mengontrol Bandwith omm antara lain : 
1. Setting pada OS-nya
2. truss ktanya Dengan Menggunakan Software Kontrol Bandwith
tapi...Yang akan di bahas di sini adalah membagi Bandwith untuk Client Komputer tanpa menggunakan Software omm :


Cara nya adalah sebagai berikut omm:


Klik start ==> run
Lalu ketik gpedit.msc, Kemudian setelah itu keluar kotak “Group Policy”
Di “ Computer Configuration “, Pilih “Administrative Templates“
Lalu pilih “ Network “
Klik pada “QoS Packet Scheduler “
Setelah itu Pilih Pada “ Limit reservable Bandwidth “
Pilih dari “ Not Configured “ menjadi “ Enable “
Setelah itu Pada tabel bawah pada tulisan “ Bandwidth Limit % “ Ubah Dari “20”Menjadi “80 atau 20”, Lalu “Apply” , “ OK “. setting ini tergantung dari jumlah komputer, jika kita mau setting setiap komputer dapet bandwith 10% maka kita tinggal masukan angka 90%, bila setiap komputer ingin kita set dapat 20% maka tinggal kita masukan angka 80%.




moga bermanfaat !!!!

Minggu, 04 Desember 2011

10 Muharam (Asyura) adalah Hari Berduka bukan Hari Berpuasa



PUASA ASYURA – PUASA SUNAT CIPTAAN BANI UMAYYAH

 Pada 10 Muharram setiap tahun, banyak Muslim yang saleh me­lakukan puasa Asyura (Asyura artinya tanggal 10 Muharram). Mereka ingin mencontohi Rasulullah saw. yang berpuasa pada hari itu. Saya kutipkan salah satu hadis tentang puasa Asyura dari Shahih Bukhari:

“Dari Ibnu ‘Abbas, ketika Nabi Muhammad saw. tiba di Madinah dia melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Nabi saw. bertanya: ‘Apakah ini?’ Orang-orang Yahudi berkata: ‘Ini hari yang baik. Pada hari inilah Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa a.s. berpuasa pada hari itu.’ Kata Nabi saw.: ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Maka Nabi pun melakukan puasa dan menyuruh orang untuk melakukannya juga.”

Imam Bukhari menyatakan -hadis ini sahih. Tetapi marilah kita teliti dengan ilmu hadis dankritik historis. Segera kita menemukan beberapa hal yang janggal.

Pertama. Sahabat yang meriwayatkan peristiwa ini adalah Abdullah ibnu ‘Abbas. Menurut para penulis biografinya, Ibnu ‘Abbas lahir tiga tahun sebelum hijrah. Ia hijrah ke Madinah pada tahun ketujuh Hijri. jadi, ketika Nabi saw. tiba di Madinah, Ibnu ‘Abbas masih di Makkah dan belum menyelesai­kan masa balita-nya. (masa kanak-kanak).

Dari mana Ibnu ‘Abbas mengetahui peristiwa, itu? Mungkin dari sahabat Nabi yang lain, tetapi ia tidak menyebutkan siapa sahabat Nabi itu. Ia menyembunyikan sumber berita, sehingga seakan-akan ia menyaksikan sendiri peristiwa itu. Dalam ilmu hadis, perilaku seperti itu disebut tadlis (Pelakunya disebut mudallis-pemerdaya).

Kedua, bandingkanlah riwayat ini dengan riwayat-riwayat yang lain dari Ibnu ‘Abbas. Menurut Muslim (Sahih Muslim), Nabi diriwayatkan bermaksud puasa pada hari Asyura tetapi tidak kesampaian. Dia keburu meninggal dunia. Masih menurut Muslim, dan juga dari Ibnu ‘Abbas, Nabi saw. sempat melakukannya setahun sebelum dia wafat. Bila kita bandingkan riwayat Ibnu ‘Abbas ini dengan riwayat-riwayat dari sahabat-sahabat Nabi yang lain, kita akan menemukan lebih banyak lagi pertentangan. Menurut Aisyah, Nabi sudah melakukan puasa Asyura sejak zaman jahiliyah. Nabi meninggalkan puasa Asyura setelah turun perintah puasa Ramadhan (Menurut Shahih Bukhari). Menurut Mu`awiyah, Nabi saw. memerintahkan puasa Asyura pada waktu haji Wada' (Haji terakhir sebelum kewafatan Nabi saw.) [Menurut Shahih Bukhari].

Ketiga, Nabi saw. menemukan orang Yahudi berpuasa Asyura ketika dia tiba di Madinah. Semua ahli sejarah sepakat Nabi tiba di Madinah pada bulan Rabi`ul Awwal. Bagaimana mungkin orang berpuasa 10 Muharram pada 12 Rabi`ul Awwal? Misalnya; Mungkinkah orang shalat Jum’at pada hari Senin?

Keempat, Nabi saw. diriwayatkan meniru tradisi Yahudi untuk melakukan puasa Asyura. Bukankah Nabi berulang-ulang mengingatkan umatnya untuk tidak meniru tradisi Yahudi dan Nashara? “Bedakan dirimu dari orang Yahudi,” kata Rasulullah saw. Begitu seringnya Nabi saw. mengingatkan umat Islam waktu itu untuk berbeda dengan Yahudi, sampai seorang Yahudi berkata, “Lelaki ini (maksudnya Muhammad) tidak ingin membiarkan satu pun tradisi kita yang tidak ditentangnya)” [Lihat Sirah Al-Halabi­yah, 2:115]

Kelima, Bila kita mempelajari ilmu perbandingan agama, kita tidak akan menemukan tradisi puasa Asyura pada agama Yahudi. Puasa Asyura hanya dikenal oleh sebagian umat Islam, berdasarkan riwayat yang otentisitas dan validitasnya kita ragukan itu.

Berdasarkan penelitian di atas, banyak di antara kita dengan setia menjalankan sunnah Rasulullah saw yang tidak benar. Bila pe­nelitian historis ini kita lanjutkan kita akan menemukan bahwa puasa Asyura adalah hasil rekayasa politik Bani Umayyah. Yazid bin Mu`awiyah berhasil membantai -keluarga Rasulullah saw. di Karbala pada 10 Muharram. Bagi para pengikut keluarga Nabi saw, hari itu adalah hari dukacita, hari berkabung, bukan hari bersyukur. Bani Umayyah menjadikan hari itu hari bersyukur. Salah satu ungkapan syukurnya ialah menjalankan puasa. Di samping riwayat-riwayat di atas ditambahkan juga riwayat-riwayat lain. Konon, pada 10 Muharram Allah SWT menyelamatkan Musa dari kejaran Fir`aun, menyelamatkan Nuh dari air bah, menyelamatkan Ibrahim, dari api Namrud, dan sebagainya.

Catatan: Kebenaran selalunya pahit diakui namun tidak bagi pengkaji.....

sumber : http://www.facebook.com/notes/edi-hendri-m/10-muharam-asyura-adalah-hari-berduka-bukan-hari-berpuasa/10150426511004861

Kumpulan URL/Link Twitter Auto Followers







Berikut Kumpulan URL/Link Twitter Auto Followers :


1. http://hitfollow.info/logintra.php
2. http://plusfollower.info
3. http://newfollow.info/loginmf.php
4. http://followback.info/loginwgi.php
5. http://letgetmorefollowers.info


Jadi, penjelasannya gini….
1. Login ke akun Twiiter kamu


2. Klik semua url/link di atas


3. Setelah semua di-klik, masukkan user + pass akun Twitter kamu pada semua web di atas. Tenang 100% aman koq. Kalau takut, coba aja pake akun palsu


4. Selanjutnya ikuti petunjuk dari masing – masing web di atas.


5. Sampai detik ini apabila semua web di atas anda jalankan secara bersamaan, minimal 200 followers/hari untuk akun Twitter anda


6. Web – web di atas hanya bisa anda gunakan 1 x 24 jam


Hanya dalam 5 hari, followers udah 900 lebih.

sumber : http://networkedblogs.com/r1dkX

Senin, 28 November 2011

Nobunaga, Hideyoshi, atau Ieyasu?*



Pernah berpikir untuk menjadi seorang pemimpin? Yang memimpin ratusan, ribuan bahkan jutaan orang? Kemudian pernah berpikir mau menjadi pemimpin seperti apa? Kalem, pemberani, bersemangat, tegas, dekat dengan bawahan, humoris?
Kalau kita masih jauh dari level pemimpin, mungkin kita masih ragu-ragu mau jadi pemimpin seperti apa ya kelak? Apakah dengan kondisi dan karakter kita sekarang ini akan bisa mengantarkan kita kelak untuk menjadi seorang pemimpin?

Kalau masih mencari jawabannya, kita bisa belajar dari syair yang kabarnya diketahui oleh setiap anak sekolah di Jepang. Syair itu seperti ini:

Bagaimana jika seekor burung tidak mau berkicau?
Nobunaga menjawab, “ Bunuh burung itu!”
Hideyoshi menjawab, “ Buat burung itu ingin berkicau.”
Ieyasu menjawab, “ Tunggu.”

Syair itu memang menggambarkan watak dari ketiga orang tersebut. Nobunaga Oda merupakan sosok yang ekstrem, penuh karisma, gegabah, tegas, dan brutal. Nobunaga berhasil menaklukkan banyak propinsi termasuk Shogun waktu itu. Hideyoshi Toyotomi merupakan sosok yang cerdas, sederhana, halus, pandai berkomunikasi, dan kompleks. Hideyoshi menggantikan Nobunaga yang terbunuh, menyatukan Jepang, dan menjadi Taiko. Ieyasu Tokugawa merupakan sosok yang tenang, bijaksana, penuh perhitungan, dan dewasa. Ketika Hideyoshi meninggal, Ieyasu menggantikannya dan menjadi Shogun.

Selain itu yang menarik adalah latar belakang dari ketiga orang itu. Nobunaga adalah seorang Daimyo – adipati – dari propinsi Owari. Ieyasu juga seorang Daimyo dari propinsi Mikawa, propinsi yang lebih lemah dari Owari sehingga Ieyasu memutuskan untuk menjadi pengikut Nobunaga. Di masa kecilnya Ieyasu menjadi sandera marga Oda. Sedangkan latar belakang Hideyoshi sangat berbeda. Si kurus berwajah monyet, dia lahir sebagai anak petani, kemudian menjadi pembantu Nobunaga sebagai pembawa sandal, kemudian menangani dapur, kayu bakar, sampai akhirnya menjadi samurai di barisan Nobunaga. Namun dia memang dikaruniai kemampuan berdiplomasi, berargumentasi, dan retorika yang bisa mengubah pelayan yang ragu-ragu menjadi setia, saingan menjadi teman, dan musuh menjadi sekutu.

Nah, dari tiga orang tersebut kita bisa belajar minimal dua hal. Yang pertama,siapa pun kita sekarang, kita berhak untuk menjadi seorang pemimpin. Tetapi tentu saja dengan kesabaran dan ketekunan yang dibarengi dengan kekuatan visi. Tentang hal ini kita bisa belajar dari Hideyoshi.

Yang kedua, seperti apa pun karakter kita, kita bisa menjadi seorang pemimpin. Tapi tentu saja masing-masing karakter ada konsekuensinya. Orang yang ekstrem, tegas, dan brutal seperti Nobunaga bisa menjadi seorang pemimpin tetapi memiliki banyak musuh hingga akhirnya dikhianati oleh pengikutnya sendiri. Orang yang tenang, penuh perhitungan, dan bijaksana seperti Ieyasu bisa menjadi seorang pemimpin, bahkan lebih “langgeng” atau abadi daripada Nobunaga, dengan mendirikan keshogunan Tokugawa. Ungkapan berikut ini bisa menggambarkannya:

“Penyatuan kembali seperti membuat nasi. Nobunaga menumbuk padi. Hideyoshi menanak nasi. Pada akhirnya, Ieyasu memakannya 300 tahun.”

Sepertinya, kalau kita ingin menjadi pemimpin yang “langgeng” tidak cukup hanya mengandalkan karakter kita saja, tapi harus dibarengi dengan memperhatikan “kemaslahatan” atau apa yang terbaik untuk bawahan kita. Karena, menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan bukan?

^tos^

* dimuat di Tudung News edisi no. 06/II/April-Juni 2010

Jumat, 25 November 2011

lalat di desktop


Kepingin bikin orang nyangka kalau di layar kompi kita ada Lalat…










ada lalat di layar komputer atau notebook anda…
seru bukan!
download aja Di Sini


Bisa juga buat hiburan kita kerjain skripsi seperti kembung ini..
cekidot.. download disini

sumber : http://www.black-c0de.org/t1710-lalat-di-desktop

Kamis, 24 November 2011

cara membasmi virus facebook chat

Pernahkah kamu menerima pesan chat dari temen yang berisikan link mencurigakan?
seperti di bawah ini...


Jika ya berarti komputer kamu telah terinfeksi virus W32/Kolab.xx. Virus ini termasuk varian ZBOT yang akan menjadikan komputer kamu seeprti robot karena akan diperintah oleh tuannya alias si empunya virus, alhasil jaringan menjadi lambat karena terjadi lonjakan traffic data. Lihat gambar disamping!

Untuk membasmi virus FB Chat sebenarnya sangat mudah. Kamu hanya perlu tool yang ampuh untuk membasminya semisal Norman Malware Cleaner dari Norma ASA.

Downlaod tool tersebut pada komputer yang bersih terbebas dari virus disini. Ubah nama file tersebut dengan ekstensi .cmd untuk menghindari terinfeksi dari virus lain sepeti sality yang menyerang file dengan ekstensi .exe.

http://normanasa.vo.llnwd.net/o29/public/Norman_Malware_Cleaner.exe


1.Nyalakan komputer yang terinfeksi virus, tekan F8 untuk masuk Safe Mode, pilih Safe Mode dan tunggu sampai komputer masuk ke Windows. Pilih Administrator.
2.Jalan file yang telah di download tersebut, muncul kotak dialog persetujuan, kemudian pilih Accept
3.Pada tab Scan, pastikan dalam mode Quick.
4.Pada tab Options, pastikan hanya tercentang pilihan berikut :


Enable Quarantine
Enable Memory Scanning
Enable FakeAV Scanning
Enable Cleaning
Enable Rootkit Cleaning
Enable Sandbox
Enable detection of potentially unwanted programs
Enable multithreading

1.Klik Start untuk memulai Scan.
2.Biarkan hingga proses scan selesai.
3.Jika meminta untuk restart, lakukan restart komputer.

Bersihkan temporary file dari jejak trojan Kolab.
Lakukan langkah-langkah berikut :

1.Klik Menu Start -> Run
2.Ketik perintah pada kotak open : cleanmgr , kemudian klik OK.
3.Pada drive system (C) klik OK, biarkan proses scan drive.
4.Setelah muncul jendela Disk Cleanup, beri tanda file yang akan di hapus (terutama Temporary Files), kemudian klik OK.
5.Tunggu hingga selesai.


Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya menggunakan antivirus yang ter-update dan mengenali trojan Kolab dengan baik.
(Sumber: vaksin.com)

Senin, 21 November 2011

resep rahasia krabby patty


Bagi yang pernah nonton spongebob squarepants pasti tau dengan nama krabby patty, makanan paling poluler dalam film spongebob. Dan resep rahasia krabby patty ini merupakan resep yang paling di ingin kan sepanjang film oleh plankton.

Ini dia resep dari krabby patty itu.

Bahan :

- 2 sendok makan bawang merah yg sudah dicacah halus
- 2 sndok makan seledri yang dicacah halus juga
- 4-6 sendok makan minyak sayur
- 1 sendok thyme
- 1 lb = skitar 1/2 kilo daging kepiting beku, bekukan dan blender
- 3/4 mangkuk tepung roti yang sudah dibumbui
- 1 sendok makan dijon mustar(beli di supermarket )
- 2 sendok makan mayones (juga 1 mangkuk untuk saus celupan)
- 2 telur, lightly beaten
- Garam dan merica secukupnya
- 3 sendok makan saus tomat (untuk saus celupan)

Petunjuk :

-Tumis bawang merah dan seledri dalam 1 sendok makan minyak sayur. Tambahkan thyme, kecilkan apinya dan masak hingga bawang kecoklatan.

-Dalam mangkuk yg besar, campurkan daging kepiting, tumis bawang dan seledri, tepung roti, mustard, mayones, telur, garam dan merica.
Aduk merata.

-Bentuk bulat dengan sekop eskrim, lalu gepengkan.

-Panaskan 3 sendok makan minyak sayur dalam teflon yg besar. Masukan 2-3 adonan dan masak hingga menguning, sekitar 2 menit satu sisinya.akan dbutuhkan beberapa sendok minyak bila siudah 2-3 kli memanggang.

-Panaskan oven hingga 400F ato 290C. Pindahkan adonan kedalam panggangan, dan panggang sekitar 10 menit. Adonan dapat ditaruh dalam oven yg hangat sekitar 30 menit, atau dipanaskan kalo mau disajikan. Campur 1 mangkok mayones dan 3 sendok makan kecap.

Susunan :
(dari bwah)
Roti, mayones , kraby patty, saus, acar timun, tomat, roti

Dan jangan lupa ditambah dengan cinta