Senin, 07 November 2011

~Kata" Mutiara Conan~ (by : Akito Agito)

1. Detektif yang berhasil menangkap pelaku dengan hipotesanya tapi membiarkan si pelaku bunuh diri... Sama saja dengan pembunuh
(Conan Edogawa)

2. Pencuri adalah seniman yang sangat terampil dalam hal mencuri barang, sedangkan detektif tak lebih dari tukang kritik yang mencari-cari kesalahan orang!
(Kaitou Kid)

3. Manusia tak akan bisa menahan lajunya waktu. Jika memaksa memutarnya, manusia akan mendapat hukuman...
(Ai Haibara)

4. Kalau lari terus, aku tak akan menang!!
(Ayumi Yoshida)

5. Bodoh.. Detektif juga manusia, bukan Tuhan yang tahu segala...
(Shinichi Kudo)

6. Suatu saat, mungkin tidak ada lagi orang yang bisa diandalkan...
(Jodie Saintemillion)

7. Sebab, kita tidak tahu kapan manusia akan mati...
(Heiji Hattori)

8. Jika ditempat itu ada detektif, kejahatan sempurna tak mungkin dilakukan
(Conan Edogawa)

9. Jangan lupakan, sebab orang yang sudah tiada hanya bisa hidup di dalam hati manusia
(Matsuda Jinpei/Wataru Takagi)

10. Aku akan membersihkan kejahatan ini, dan Jepang akan sempurna
(Kogoro Mouri)

11. Kejar terus bintang sampai batas akhir!
(Chiba)

12. Walaupun aku harus hilang dari hatinya, aku harus tersenyum seperti anak kecil
(conan)

13. Hidup itu pendek... Tidak ada yang tahu kapan manusia akan mati...
(Heiji Hattori)

14. Keberanian adalah kata kebenaran untuk membangkitkan semangat diri... Tidak boleh digunakan sebagai alasan membunuh orang...
(Ran Mouri)

15. Seorang pengkhianat tak akan punya tempat...
(Ai Haibara)

16. Kalau hitam dan hitam bersatu, tetap saja jadi hitam.
(Gin)

17. Jangan lari dari takdirmu sendiri...
(Conan Edogawa)

18. Kalau aku lenyap bersama hujan di tempat hukuman mati seperti Mary, mungkin dia akan seperti anjing kesayangannya yang melemparkan diri ke sungai untuk mengejarku.
(Ai Haibara)

19. Sembunyi dengan rasa takut karena mungkin suatu saat akan ditemukan sangat menyengsarakan...
(Ai Haibara)

20. Naluri detektif, bisa merasakan hawa mereka yang memiliki nafsu membunuh!
(Conan Edogawa)

21. Benda yang tersisa kecuali yang tidak ada, semuanya tak bisa dipercaya
(Shinichi Kudo)

22. Sama saja seperti mesin penjual jus kaleng. Kau akan bisa melepaskan dahaga jika kau masukkan uangmu, tapi tanpa uang, kau tak akan mendapatkan apapun! Uang tak bisa membeli hati manusia...
(Ai Haibara)

23. Aku tahu itu sulit untuk diungkapkan, tapi sebagai pria, kau harus berani dan kau harus mengatakannya...
(Ran Mouri)

24. Bagaimana bisa orang yang membunuh dengan senyuman dikatakan orang baik?!
(Jodie Saintemillion)

25. Bodoh... Jangan menilai orang dari luar... Seperti mawar yang indah yang memiliki duri, semakin baik orang dilihat dari luar, semakin perlu kau ragukan hatinya...
(Ai Haibara)

26. Seandainya saja pembunuh hanya berada didalam game dan drama TV... Sebab, perasaan kehilangan seseorang tidak bisa dibandingkan dengan perasaan di game dan drama TV...
(Kogoro Mouri)

27. Bodoh! Dikatakan pembunuhan karena manusia yang melakukannya! Juga, tidak ada hal yang mustahil!
(Heiji Hattori)

28. Rahasia adalah modal seorang pria...
(George Kirishima)

29. Jalan yang kau tempuh, harus indah seperti bunga dan kuat seperti pohon
(Sanjuro Tsurugi)

30. Tentara yang kuat seperti apapun, saat kesulitan pasti akan melihat kearah komandannya.
(Kaito Kid)

31. Bodoh, tahu isinya sebelum membuka, itulah detektif
(Conan Edogawa)

32. Biarkanlah rahasia tetap menjadi rahasia...
(Kaitou Kid)

33. Jika kita menang karena ini, kita bisa jadi legenda!
(Shinichi Kudo)


34. Orang yang kehilangan jati diri sampai melakukan pembunuhan, tak bisa terus-terusan memikul takdir timnya..
(Kogoro Mouri)

35. Kalau cuma bicara mimpi, kita tak akan bisa melihat kenyataan
(Conan Edogawa)

36. Sepertinya terpisah oleh langit dan bumi.. Tapi kalau diselidiki asalnya, mereka sama-sama orang lancang yang menggunakan kunci bernama keingintahuan untuk membongkar sesuatu yang tersembunyi dari manusia...
(Kuroba Kaitou)

37. A secret makes a woman woman!
(Jodie Starling / Sharon Vineyard)

38. Kenyataan selalu hanya ada satu...
(Shinichi Kudo)

39. Alasan untuk membunuh orang itu banyak, tapi tidak diperlukan alasan untuk menolong seseorang
(Shinichi Kudo)

40. Sembunyikan kepala, tapi tidak sembunyikan pantat
(Jodie Santemillion/Starling)

41. I wasn't PRETENDING not to be able to speak English... Did silence work better than your funnily disguised Japanese?
(Heiji Hattori)

42. Ya.. Malaikat tak pernah tersenyum padaku.. Tidak pernah..
(Sharon Vineyard)

43. Can you tell me please, Gin? Do you believe in heaven?
(Vermouth)

44. sebaiknya jangan,pandora membuka kotak karna penasaran apa isinya,tp klo thu isi isinya sebelum membuka tidak seru, 'kan?
(kaito kid)

45. Kami dapat menjadi Tuhan maupun setan. Karena kami melawan arus waktu untuk membangkitkan orang mati
(Vermouth)



Originally Posted by Kudoushin12

46. Huh, Siapa yang setan?! Aku tak tahu apapun alasannya,Aku tak ingin tahu perasaan pembunuh
(Kogoro Mouri)

47. Bodoh!kau saja yang lemah hati dan tubuhmu
(Kogoro Mouri)

Originally Posted by super_cow

48. sekalipun itu ditempatkan di telapak tangan kita...bukan berarti kita dapat menggegamnya.."
(Conan)

49. matahari senja, sampai kapan aku akan bertemu lagi dengan warna menyedihkan ini?
(Ai Haibara)

50. kekaguman lebih baik hanya tetap menjadi kekaguman kalau terlalu dekat bisa seperti ikarus yang jatuh ke bumi karena sayapnya terbakar matahari . . bncana bisa mnimpa diri kita
(yuko arisawa)

51. Yakin akan tetap hidup sebelum kematian dipastikan datang adalah sikap seorang detektif sejati
(Natsuki Koshimizu)

52. Yang bisa membuat tendangan penalti meleset... hanyalah orang yang mempunyai keberanian untuk melakukan tendangan penalti
(Conan Edogawa)

53. Kata-kata adalah pedang. Jika salah menggunakannya akan mengubahnya menjadi senjata yang tajam...
(Shakuren)

54. Bodoh!! Nyawa bukan masalah orang lain atau diri sendiri!! Itu adalah benda berharga yang tak oleh direnggut!! Orang bodoh yang meu menghabisiya sama saja dengan pembunuh!! Walaupun itu milik sendiri!!
(Shizuka Ikenami)

55. Daripada masuk kuburan kehidupan karena menikah, aku akan lebih tenang jika terus menatap dari jauh tanpa cinta yang berbalas, mimpi pun tak akan hancur karenanya
(Terumi Hoshino)

56. Sebab, hadiah valentine… kalau diberikan lewat dari harinya, perasaanku tak akan sampai padanya…
(Ran Mouri)

57. Waktu adalah hal yang mengerikan… seba kesedihan dan kegembiraan pun akan pergi dan hilang bersamanya…
(Masuyo Mamiya)

58. Yang namanya keadilan bukanlah halkecil yang bisa diucapkan sembarangan… melainkan hal yang dipendam teguh di dalam hati kita sendiri…
(Miwako Sato)

59. Wanita akan menatap pria… kalau ada sesuatu di wajahnya atau jatuh cinta padanya…
(Yukiko Kudo)

60. Trik adalah puzzle yang dibuat manusia… jika manusia mau memeras otak, suatu saat pasti bisa mendapat jawaban yang logis…
(Shinichi Kudo)

Kamis, 03 November 2011

ma' gombal

    
tak ada yang mudah pada awalnya... itu sering kukatakan pada teman-temanku, dan kali ini harus kembali kukatakan namun tidak kepada orang lain melainkan kepada diriku sendiri. tadinya kukira akan jauh lebih sulit berjalan bersamamu, namun kurasa aku salah. ya, meski semua tak serta merta menjadi mudah tapi setidaknya berbagi denganmu membuat segalanya jadi sedikit lebih mudah meski tak benar-benar mudah. aku tahu kau sedang berusaha mengenalkanku pada sebenar-benarnya dirimu, aku tahu tak mudah bagimu untuk menerima sebenar-benarnya diriku. aku tahu kita sama-sama tak mudah menerima kisah lalu. dan semalam, kau bercerita banyak, bercerita panjang lebar tentang kisah-kisah lalu yang tampak sulit untuk kau ceritakan padaku, aku mendengarmu, menyimakmu, dan kurasa kau berpikir bahwa aku akan "shock" mendengarnya. kau tahu, aku terdiam bukan karna kekagetanku. aku terdiam bukan karna aku tak bisa menerimamu, aku terdiam bukan karna aku menolak kisah lalumu. aku terdiam karna aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana cara meyakinkanmu bahwa aku menerimamu, aku sibuk memilih kata yang akan kuucapkan agar kau tak merasa bahwa aku meragu padamu. adalah benar jika itu menjadi kejutan bagiku, namun menjadi salah jika kau berpikir bahwa aku tak mampu menerimanya.

   lalu kau bertanya tentang rasaku. masihkah perlu untuk kubahasakan? kurasa tidak, kurasa kau mampu merasakannya walau tak kubahasakan rasaku. yang harus kau lakukan hanyalah percaya sebagaimana aku mempercayaimu, karna seperti itulah akan kubahasakan rasaku, dengan cara yang mungkin terlalu sederhana bagimu.dengan cara yang mungkin kau takkan mengerti, dengan caraku. kau sering bertanya apakah aku nyaman bersamamu, apakah aku senang bersamamu. biar kukatakan padamu, aku sedang jatuh cinta dan ini rasanya menyenangkan, kujadikan hatimu sebagai tempat ternyaman untukku (setidaknya untuk saat ini) agar aku tak selalu rindu pulang, agar aku selalu merasa di rumah saat aku berada didekatmu, di hatimu, gombal? ah, sebut saja begitu!

tak ada yang mudah pada awalnya,dan mungkin saja akan jauh lebih rumit nantinyanya. tapi tentang apa yang terjadi kemudian, biar kita hadapi bersama...

Rabu, 02 November 2011

Sejarah PHP (personal home page)

    Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.

    Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

    Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

    Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing

    Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

    Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Senin, 31 Oktober 2011

100 lirik kritis Iwan Fals.

1. “Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”.
(Puing – album Sarjana Muda 1981)

2. “Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu”.
(Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981)

3. “Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya dunia buah hatiku, doa kami dinadimu”.
(Galang Rambu Anarki – album Opini 1982)

4. “Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh”.
(Maaf Cintaku - album Sugali 1984)

5. “Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”.
(Berkacalah Jakarta - album Sugali 1984)


6. “Riak gelombang suatu rintangan, ingat itu pasti kan datang, karang tajam sepintas seram, usah gentar bersatu terjang”.
(Cik - album Sore Tugu Pancoran 1985)


7. “Aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah”.
(Entah - album Ethiopia 1986)

8. “Mengapa bunga harus layu?, setelah kumbang dapatkan madu, mengapa kumbang harus ingkar?, setelah bunga tak lagi mekar”.
(Bunga-Bunga Kumbang-Kumbang - album Ethiopia 1986)

9. “Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah”.
(Ya Ya Ya Oh Ya - album Aku Sayang Kamu 1986)

10. “Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan”.
(Selamat Tinggal Malam - album Aku Sayang Kamu 1986)

11. “Kota adalah hutan belantara akal kuat dan berakar, menjurai didepan mata siap menjerat leher kita”.
(Kota - album Aku Sayang Kamu 1986)

12. “Jangan kita berpangku tangan, teruskan hasil perjuangan dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan”.
(Lancar - album Lancar 1987)

13. “Jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam”.
(Surat Buat Wakil Rakyat - album Wakil Rakyat 1987)

14. “Kau anak harapanku yang lahir di zaman gersang, segala sesuatu ada harga karena uang”.
(Nak - album 1910 1988)

15. “Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli?, sampai nanti sampai habis terjual harga diri”.
(Mimpi Yang Terbeli - album 1910 1988)

16. “Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu”.
(Ibu - album 1910 1988)

17. “Memang usia kita muda namun cinta soal hati, biar mereka bicara telinga kita terkunci”.
(Buku Ini Aku Pinjam - album 1910 1988)

18. “Dendam ada dimana mana di jantungku, di jantungmu, di jantung hari-hari”.
(Ada Lagi Yang Mati - album 1910 1988)

19. “Hangatkan tubuh di cerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat”.
(Perempuan Malam - album Mata Dewa 1989)

20. “Kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal”.
(Nona - album Mata Dewa 1989)

21. “Oh ya! ya nasib, nasibmu jelas bukan nasibku, oh ya! ya takdir, takdirmu jelas bukan takdirku”.
(Oh Ya! - album Swami 1989)

22. “Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik bersama, buanglah mimpi-mimpi”.
(Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) - album Swami 1989)

23. “Api revolusi, haruskah padam digantikan figur yang tak pasti?”.
(Condet - album Swami 1989)

24. “Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang”.
(Bongkar - album Swami 1989)

25. “Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan”.
(Bongkar - album Swami 1989)

26. “Orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta”.
(Bongkar - album Swami 1989)

27. “Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, tidak merubah sang jagoan menjadi makhluk picisan”.
(Rajawali - album Kantata Takwa 1990)

28. “Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata kata”.
(Paman Doblang - album Kantata Takwa 1990)

29. “Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah”.
(Orang-Orang Kalah - album Kantata Takwa 1990)

30. “Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta”.
(Nocturno - album Kantata Takwa 1990)

31. “Orang orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi”.
(Kesaksian - album Kantata Takwa 1990)

32. “Ingatlah Allah yang menciptakan, Allah tempatku berpegang dan bertawakal, Allah maha tinggi dan maha esa, Allah maha lembut”.
(Kantata Takwa - album Kantata Takwa 1990)

33. “Kebimbangan lahirkan gelisah, jiwa gelisah bagai halilintar”.
(Gelisah - album Kantata Takwa 1990)

34. “Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti”.
(Air Mata - album Kantata Takwa 1990)

35. “Alam semesta menerima perlakuan sia sia, diracun jalan napasnya diperkosa kesuburannya”.
(Untuk Bram - album Cikal 1991)

36. “Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragaku padamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya”.
(Pulang Kerja - album Cikal 1991)

37. “Dimana kehidupan disitulah jawaban”.
(Alam Malam - album Cikal 1991)

38. “Ada dan tak ada nyatanya ada”.
(Ada - album Cikal 1991)

39. “Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri”.
(Nyanyian Jiwa - album Swami Il 1991)

40. “Aku mau jujur jujur saja, bicara apa adanya, aku tak mau mengingkari hati nurani”.
(Hio - album Swami Il 1991)

41. “Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta walau aku tahu tak terdengar, jariku menari tetap tak akan berhenti sampai wajah tak murung lagi”.
(Di Mata Air Tidak Ada Air Mata - album Belum Ada Judul 1992)

42. “Mengapa besar selalu menang?, bebas berbuat sewenang wenang, mengapa kecil selalu tersingkir?, harus mengalah dan menyingkir”.
(Besar Dan Kecil - album Belum Ada Judul 1992)

43. “Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda mengusik ingatanku, aku ingat mimpiku, aku ingat harapan yang semakin hari semakin panjang tak berujung”.
(Aku Disini - album Belum Ada Judul 1992)

44. “Jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang”.
(Lagu Satu - album Hijau 1992)

45. “Sebentar lagi kita akan menjual air mata kita sendiri, karena air mata kita adalah air kehidupan”.
(Lagu Dua - album Hijau 1992)

46. “Kita harus mulai bekerja, persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalah kamu aku adalah aku”.
(Lagu Tiga - album Hijau 1992)

47. “Kenapa kebenaran tak lagi dicari?, sudah tak pentingkah bagi manusia?”
(Lagu Empat- album Hijau 1992)

48. “Kenapa banyak orang ingin menang?, apakah itu hasil akhir kehidupan?”.
(Lagu Empat- album Hijau 1992)

49. “Anjingku menggonggong protes pada situasi, hatiku melolong protes pada kamu”.
(Lagu Lima - album Hijau 1992)

50. “Biar keadilan sulit terpenuhi, biar kedamaian sulit terpenuhi, kami berdiri menjaga dirimu”.
(Karena Kau Bunda Kami - album Dalbo 1993)

51. “Apa jadinya jika mulut dilarang bicara?, apa jadinya jika mata dilarang melihat?, apa jadinya jika telinga dilarang mendengar?, jadilah robot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah”.
(Hura Hura Huru Hara - album Dalbo 1993)

52. “Tertawa itu sehat, menipu itu jahat”.
(Hua Ha Ha - album Dalbo 1993)

53. “Nyanyian duka nyanyian suka, tarian duka tarian suka, apakah ada bedanya?”
(Terminal – single 1994)

54. “Waktu terus bergulir, kita akan pergi dan ditinggal pergi”.
(Satu Satu – album Orang Gila 1994)

55. “Pelan-pelan sayang kalau mulai bosan, jangan marah-marah nanti cepat mati, santai sajalah”.
(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)

56. “Mau insaf susah, desa sudah menjadi kota”.
(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)

57. “Pertemuan dan perpisahan, dimana awal akhirnya?, dimana bedanya?”.
(Doa Dalam Sunyi – album Orang Gila 1994)

58. “Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja”.
(Awang Awang – album Orang Gila 1994)

59. “Bagaimana bisa mengerti?, sedang kita belum berpikir, bagaimana bisa dianggap diam?, sedang kita belum bicara”.
(Awang Awang – album Orang Gila 1994)

60. “Aku bukan seperti nyamuk yang menghisap darahmu, aku manusia yang berbuat sesuai aturan dan keinginan”.
(Nasib Nyamuk – album Anak Wayang 1994)

61. “Oh susahnya hidup, urusan hati belum selesai, rumah tetangga digusur raksasa, pengusaha zaman merdeka”.
(Oh – single 1995)

62. “Aku disampingmu begitu pasti, yang tak kumengerti masih saja terasa sepi”.
(Mata Hati – album Mata Hati 1995)

63. “Sang jari menari jangan berhenti, kupasrahkan diriku digenggaman-Mu”.
(Lagu Pemanjat – album Lagu Pemanjat 1996)

64. “Lepaslah belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru”.
(Songsonglah – album Kantata Samsara 1998)

65. “Berani konsekuen pertanda jantan”.
(Nyanyian Preman – album Kantata Samsara 1998)

66. “Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara”.
(Langgam Lawu – album Kantata Samsara 1998)

67. “Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian”.
(Lagu Buat Penyaksi – album Kantata Samsara 1998)

68. “Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun”.
(Di Ujung Abad - album Suara Hati 2002)

69. “Jangan goyah percayalah teman perang itu melawan diri sendiri, selamat datang kemerdekaan kalau kita mampu menahan diri”.
(Dendam Damai - album Suara Hati 2002)

70. “Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia”.
(Doa - album Suara Hati 2002)

71. “Harta dunia jadi penggoda, membuat miskin jiwa kita”.
(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)

72. “Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi”.
(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)

73. “Jangan heran korupsi menjadi jadi, habis itulah yang diajarkan”.
(Politik Uang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

74. “Gelombang cinta gelombang kesadaran merobek langit yang mendung, menyongsong hari esok yang lebih baik”.
(Para Tentara – album Manusia Setengah Dewa 2004)

75. “Terhadap yang benar saja sewenang wenang, apalagi yang salah”.
(Mungkin – album Manusia Setengah Dewa 2004)

76. “Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diundang pun kematian pasti datang”.
(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

77. “Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?”.
(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

78. “Urus saja moralmu urus saja akhlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau”.
(Manusia Setengah Dewa – album Manusia Setengah Dewa 2004)

79. “Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung”.
(Desa – album Manusia Setengah Dewa 2004)

80. “Tutup lubang gali lubang falsafah hidup jaman sekarang”.
(Dan Orde Paling Baru – album Manusia Setengah Dewa 2004)

81. “Buktikan buktikan!, kalau hanya omong burung beo pun bisa”.
(Buktikan – album Manusia Setengah Dewa 2004)

82. “Dunia politik dunia bintang, dunia hura hura para binatang”.
(Asik Nggak Asik – album Manusia Setengah Dewa 2004)

83. “Dewa-dewa kerjanya berpesta, sambil nyogok bangsa manusia”.
(17 Juli 1996 – album Manusia Setengah Dewa 2004)

84. “Tanam-tanam pohon kehidupan, siram siram sirami dengan sayang, tanam tanam tanam masa depan, benalu-benalu kita bersihkan”.
(Tanam-Tanam Siram-Siram – single 2006)

85. “Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh dan bintang”.
(Haruskah Pergi – 2006)

86. “Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya, soal lama pergi soal baru datang”.
(Selancar – 2006)

87. “Jaman berubah perilaku tak berubah, orang berubah tingkah laku tak berubah”.
(Rubah – album 50:50 2007)

88. “Satu hilang seribu terbilang, patah tumbuh hilang berganti”.
(Pulanglah – album 50:50 2007)

89. “Hidup ini indah berdua semua mudah, yakinlah melangkah jangan lagi gelisah”.
(KaSaCiMa – album 50:50 2007)

90. “Tak ada yang lepas dari kematian, tak ada yang bisa sembunyi dari kematian, pasti”.
(Ikan-Ikan – album 50:50 2007)

91. “Ada kamu yang mengatur ini semua tapi rasanya percuma, ada juga yang janjikan indahnya surga tapi neraka terasa”.
(Cemburu – album 50:50 2007)

92. “Hukum alam berjalan menggilas ludah, hukum Tuhan katakan “Sabar!”.
(Kemarau – uncassette)

93. “Yang pasti hidup ini keras, tabahlah terimalah”.
(Joned – uncassette)

94. “Oh negeriku sayang bangkit kembali, jangan berkecil hati bangkit kembali”.
(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)

95. “Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang, ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang”.
(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)

96. “Tuhan ampunilah kami, ampuni dosa-dosa kami, ampuni kesombongan kami, ampuni bangsa kami, terimalah disisi-Mu korban bencana ini”.
(Saat Minggu Masih Pagi – uncassette)

97. “Nyatakan saja apa yang terasa walau pahit biasanya, jangan disimpan jangan dipendam, merdekakan jiwa”.
(Nyatakan Saja – uncassette)

98. “Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah, jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia mengakuimu”.
(Merdeka – uncassette)

99. “Kau paksa kami untuk menahan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa”.
(Luka Lama – uncassette)

100. “Oh Tuhan tolonglah, lindungi kami dari kekhilafan, oh ya Tuhan tolonglah, Ramadhan mengetuk hati orang orang yang gila perang”.
(Selamat Tinggal Ramadhan – uncassette) 

kisah soe hok gie di puncak kedamaian 16 Desember 1969 di G.semeru

    Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.
    Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).
    Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.
    Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali-kali.
    Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.
    Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.
“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.
     Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.

Penguasa Jahiliyah

Dari arah Kabah pandanglah Jabal Gubaisy
tataplah titik-titik hitam
yang dijepit bongkah-bongkah batu terjal

kesitu tercurah seluruh panas mentari disiang hari
kesitu tertumpah seluruh angin dingin di malam hari
panas matahari Makkah mengubah
lubang-lubang hitam menjadi tungku api
angin dingin sahara menyulap bebatuan menjadi butir salju

Tidak ada makhluk Tuhan
yang sanggup tinggal di situ
selain budak, orang miskin dan gelandangan Makkah
Bila sempat, disitu keluarga Yasir beristirahat
melepas penat setelah memeras keringat
atau mengobati luka-luka di punggung
setelah karena "dosa" dilecut cambuk kaum aristokrat

Betapa seringnya cambuk menjadi bahasa kuasa!
Betapa banyaknya perilaku dianggap dosa!

Menurut Undang-Undang Jahiliyah
yang dibuat demi kepentingan kabilah
yang menguasai padang rumput, sungai dan lembah :

Kamu berdosa:
ketika kamu bikin rumah disudut kota
(sebab rumahmu buruk menyakitkan mata)

Ketika kamu berjualan dijalan pintas
(sebab tubuhmu mengganggu lalu-lintas)

bahkan ketika kamu membuka suara
membagi duka dengan tetangga
(sebab suaramu berisik meresahkan bangsa)

Menurut keputusan parlemen Darun Nadwah
yang hanya bersidang untuk berteriak "Yah!" :

Kamu berjasa
ketika kamu pasrahkan sepetak tanahmu
yang kamu warisi dari nenek moyangmu
(karena kamu berpartisipasi membangun negerimu)

ketika kamu bekerja sampai hari akhir
dan upahmu tidak pernah dibayar kasir
(karena kamu membantu gerakan cinta tanah air)

bahkan ketika setiap dirham kamu diambil lagi
untuk membayar utang pangeran dan petinggi
(karena kamu menggalang kerjasama mengatasi krisis bersama).
(dikutip dari : Meraih Cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat)

Setiap hari adalah Asyura dan setiap tempat adalah Karbala

14 abad telah berlalu
Muawiyah demi Muawiyah lewat dalam panggung kekuasaan
Husein demi Husein berjatuhan sebagai tumbal perubahan

Anda duduk di sini menjelajah sejarah
menyaksikan keluarga Sumayyah
mengikuti Rasulullah ke Arafah
memandang pengorbanan belia Kufah

mendengarkan rintihan keluarga Rasul di ujung malam
berzikir bersamanya dan seluruh alam

mengagumi Al-Hurr yang memilih desersi
karena mendengarkan hati nurani

menangis bersama syahid Agung Husein
ditengah jenazah para pejuang keadilan

Sekarang dengarkan dengan cermat
jeritan jutaan bayi yang hampir sekarat
desah nafas mereka yang amat berat

Lihat
bayi-bayi kehausan yang tubuhnya mencair seperti lilin
karena orangtua mereka tak mampu membeli susu

Dengarkan
Langkah-langkah kaki jontai jutaan pekerja
yang pulang kerumah karena terpaksa di PHK

Lihat
mata mereka yang redup kehilangan harapan
yang memandang masa depan tanpa kepastian

Dengarkan
jerit berulang-ulang dari para korban penyiksaan
yang meringkuk ditahanan karena fitnah, tuduhan kejahatan
atau sekedar berani mengungkap kenyataan

Lihat
ratusan juta rakyat Indonesia yang membanting tulang
dengan penghasilan yang terus menerus berkurang
mereka membayar mahal barang, jasa dan pajak
untuk menyelamatkan harta perompak dan pembajak

Apakah anda akan membiarkan
bayi-bayi mati dan orang-orang kelaparan,
korban-korban penyiksaan dan penculikan makin banyak berjatuhan

Bangkitlah, wahai para pengikut Husein
sumbangkan jiwa ragamu
untuk mengubah seluruh nusantara menjadi Karbala
dan setiap hari menjadi Asyura.

 (dikutip dari : Meraih cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat)

Disco Lazy time

Agnes Monica merasa lonely, karena kekasihnya asyik dengan dunianya saja...
Hingga BCL ingin berteriak mengungkapkan kekecewaannya, namun tak berdaya dalam kesendirian.

Ada Uthopia yang hatinya menjadi serpihan, karena dirinya diinginkan hanya disaat diperlukan.
tapi, Kotak tak dapat berbuat apa-apa karena dia memang masih cinta.
cinta yang tak biasa menurut afgan, karena walopun Boi & Stefe membuka hati untuk yang lain namun hatinya masih memikirkan cinta yang lama.
Inilah mungkin yang dinamakan cinta yang tak lekang oleh waktu milik Kerispatih.

ah....dari pada nanti kita seperti D'masive yang mati terbunuh oleh cintanya....
mendingan kita ikuti ajakan dansa penuh gairah dari Aura Kasih.......

Secret ad mirror....

Tuhan telah menganugerahi manusia 3 cermin untuk melihat dirinya di dunia...
Cermin dalam kamar, yang akan menunjukkan bagaimana dirimu menilai dirimu sendiri...
Cermin dalam mata orang lain, yang akan meperlihatkan bagaimana orang lain melihat dirimu...
Cermin dalam hati, untuk mengetahui dirimu yang hakikih....

Tidak perlu bersusah payah menggali penilaian orang tentang fisikmu, lihatlah cermin datar dan dia akan berkata jujur...
Jangan terlalu asyik menilai kelebihan diri sendiri, pahamilah cara orang memandangmu dan itulah kau di mata mereka...
Tapi, pernahkah kau meluangkan waktu untuk bercermin di hatimu??? untuk sekedar tau asal wujudmu??? Memaknai manfaat terciptanya dirimu di dunia?? Arti tujuan hidupmu di dunia???

Retak cermin di kamar, beli cermin yang baru...
Merubah cermin di mata orang lain, cukup dengan pesona duniawi...
Rusak cermin dihati....semoga Tuhan mau menolongmu dari perbudakan duniawi....

berdamai dengan nasib

Oke…. Jam sudah menunjukkan detik-detik kritis.
Nikmati saja tiap sajiannya, semua hidangan adalah santapan bergizi, pemenuh ambisi untuk membakar semangat optimisme.

Melantunkan nyayian romantisme di padang penuh bangkai binatang buas, burung pemakan bangkai menari-nari riang di angkasa, akan ada yang bahagia di saat kita bersedih, tak ada yang sia-sia di dunia.

Jangan menambah merahnya langit dengan cacian, jangan memancing gemuruh Guntur dengan makian, jangan memperlambat laju waktumu dengan penyesalan.
Hargai kodrat alam, mentari pagi masih mengantar hari baru, senja tetap tampak anggun melepas nya dalam pelukan malam, bintang akan meredup dalam sinar bulan, namun akan tetap gemerlap menggantikan bulan yang tak bercahaya.

Hanya manusia biasa yang mencari arti hidup di kolong langit… jangan pernah izinkan makhluk lain mencederai harga dirimu yang terikat dalam satu nasib.
Semua pasti ada sebabnya dan semua pasti ada tujuannya…. Enjoy ur ‘destiny